Melodi Sang Idola
Semburat mentari September diterpa angin kemarau berhamburan menyapa sesosok gadis yang tengah berdiri di atas panggung meriah. Ia terhanyut dalam menghayati setiap penyampaian bait-bait puisi yang dilantunkannya. Sesekali kakinya melangkah perlahan ke depan dan ke samping, juga tangannya seolah ia tengah menepis pelan sesuatu di udara. Tampak seorang pemuda dengan gitar yang disampirkan di bahu,