Penguatan Akuntabilitas
| 1 | PEMENUHAN
Penguatan Akuntabilitas |
i. Keterlibatan Pimpinan | a. Unit kerja telah melibatkan pimpinan secara langsung pada saat penyusunan perencanaan | Tautan |
| b. Unit kerja telah melibatkan secara langsung pimpinan saat penyusunan penetapan kinerja | Tautan | |||
| c. Pimpinan memantau pencapaian kinerja secara berkala | Tautan | |||
| ii. Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja | a. Dokumen perencanaan kinerja sudah ada | Tautan | ||
| b. Perencanaan kinerja telah berorientasi hasil | Tautan | |||
| c. Terdapat penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) | Tautan | |||
| d. Indikator kinerja telah telah memenuhi kriteria SMART | Tautan | |||
| e. Laporan kinerja telah disusun tepat waktu | Tautan | |||
| f. Laporan kinerja telah memberikan informasi tentang kinerja | Tautan | |||
| g. Terdapat sistem informasi/mekanisme informasi kinerja | Tautan | |||
| h. Unit kerja telah berupaya meningkatkan kapasitas SDM yang menangangi akuntabilitas kinerja | Tautan | |||
| REFORM
Penguatan Akuntabilitas |
i. Meningkatnya capaian kinerja unit kerja | a. Persentase Sasaran dengan capaian 100% atau lebih | Tautan | |
| – Jumlah Sasaran Kinerja | Tautan | |||
| – Jumlah Sasaran Kinerja yang tercapai 100% atau lebih | Tautan | |||
| ii. Pemberian Reward and Punishment | a. Hasil Capaian/Monitoring Perjanjian Kinerja telah dijadikan dasar sebagai pemberian reward and punishment bagi organisasi | Tautan | ||
| iii. Kerangka Logis Kinerja | Apakah terdapat penjenjangan kinerja (Kerangka Logis Kinerja) yang mengacu pada kinerja utama organisasi dan dijadikan dalam penentuan kinerja seluruh pegawai? | Tautan |