Nyeupah
Oleh Mena Dewi Lestari Emak dan Eneh duduk di bale-bale. Sesekali mereka terlibat percakapan. Mulut mereka tak henti mengunyah, bibirnya merah, sesekali mereka membuang ludah begitu saja ke tanah, membuat tanah basah seperti disiram darah. Aku meniru kegiatan mereka mengambil sehelai daun sirih yang tersusun rapih di bokor, mengolesinya dengan kapur likat, tak lupa menyertakan