PEJALAN YANG TABAH: TIGA PUISI M. ROMYAN FAUZAN
Pejalan yang Tabah Wahai pencinta yang mewangikan segala suara di setiap waktu ke seluruh penjuru, apa yang lebih menakutkan dari nada-nada sumbang yang terngiang di telinga, bagaimana aku bisa bersembunyi dari ingatan yang menyanyikan lagu lama? Wahai pemilik segala penerimaan, apa yang lebih letih dari pejalan yang bersedih, tertatih di padang ilalang, terjatuh di jalan