BUNTALA
Oleh Ismail Kusmayadi* Pukul 07.00. Cuaca dingin dan berkabut. “Apa yang kamu perbuat kali ini?” “Membunuh!” “Lalu” “Membunuh…!” “Setelah itu?” “Membunuh…!” “Tak akan pernah kapok?” “Aku akan membunuh lagi!” “Segampang itu?” “Ya” “Mengapa?” “Apanya yang mengapa?” “Membunuh?” “Tidak harus ditanya mengapa?” “Kalau begitu, bagaimana?” “Apanya yang bagaimana?” “Ya, bagaimana cara kamu membunuh?” “Perlukah aku jelaskan?”